Curug Orak Arik, Kemutug Kidul, Baturraden, Banyumas.

Curug Orak Arik,
Kemutug Kidul, Baturraden,
Banyumas.


Hallo semua …
Udah ada rencana weekend mau ke mana? Wisata ke Purwokerto yuk, meluncur ke daerah Baturraden.

Curug Orak Arik, instagram.com/aam_riyanto

Okay kali ini aku akan menceritakan pengalamanku menjelajah salah satu keindahan air terjun yang ada di Desa Kemutug Kidul. Kali ini aku ditemani oleh Rully dan Tomi, instragrammer Purbalingga.





Rute dari Purwokerto Kota menuju ke Arah Baturraden,
Sebelum Gapura selamat datang Baturraden ada pertigaan belok kanan,
Nah tinggal ngikutin jalan terus sampai ada banner Curug Orak Arik desa Kemutug Kidul.
Rutenya gampang banget,

 
kesyahduan di pagi hari


Setelah memarkirkan kendaraan , kami tinggal jalan kaki mengikuti petunjuk arah. Berjalan melewati sisi sisi sawah petani (Galengan :D ), turun ke bawah melewati kebun warga, yang sedikit extrim ketika harus menuruni tebing dengan hanya menggunakan seutas tali :’v , memerlukan kehati-hatian. Lalu tinggal mengikuti aliran sungai. Cukup sekitar 20 menit jalan santai tanpa takut capai .
Kebetulan di sini masih banyak kera liar, bonus bisa bertemu dengan saudara kembar :D



Curug Orak Arik ini berada di Desa Kemutug Kidul, Baturraden, Banyumas. Debit air di sini lumayan stabil, meski musim kemarau airnya tidak terlalu surut. Tentunya saat musim penghujan curug ini memiliki debit air yg deras yang semakin membuat air terjun ini terlihat begitu indah. Kebetulan waktu kami ke sini (24 nop 17) tidak dikenai retribusi apapun. Masih terlihat gubug bekas loket, namun sepertinya karena peminat sudah tidak seramai dulu jadi belum dibuka lagi oleh pihak pengelola wisata setempat.  


Curug Carang instagram.com/ras_83845


Curug Gagak instagram.com/indra_d_setyawan
Oh iya kalo kalian sedang berada di Desa Kemutug Kidul jangan lupa mampir juga ke Curug Gagak dan Curug Carang. Pokoknya gak kalah mempesona.

Sepertinya cukup sampai di sini ya pembahasannya. Sudah ada ketertarikan untuk mengunjungi Curug Orak Arik, kan? :D
Oh ya seperti biasa. Untuk kamu yang pengen ikut menjelajah seperti kami, bisa nich kontak ke nomor ku di whatsapp 08112727223. Kita bisa dolan bareng menelusuri berbagai keindahan yang ada di sekitar kita. Jangan lupa mampir ke instagram.com/aam_riyanto untuk melihat referensi tempat wisatamu .

Sekian dariku,
Terima kasih sudah berkenan mampir.

Salam Lestari!


Curug Orak Arik, instagram.com/tomisul



Kemit Forest, Sidareja, Cilacap.

Hallo pembaca setia,
Senang banged nich bisa nulis lagi :D . 
Jangan bosen mampir ke blogku ya! Kali ini aku akan menceritakan pengalaman berwisataku di Cilacap.

Mendengar wisata cilacap, pasti akrab dengan pantai-pantainya. Ya wajar saja di kabupaten ini memang banyak pantai yang indah dan terkenal. Seperti widara payung, teluk penyu, kali kencana, dan kalipat di nusakambangan yang begitu mengagumkan. Eit, namun kali ini bukan ngebahas wisata baharinya. Melainkan wisata Kemit Forest. Penasaran seperti apa? Mari menyimak :v



Kemit Forest berada di desa Karang Gedang, Sidareja, Cilacap. Lokasi ini dipenuhi dengan pohon pohon pinus yang menjulang tinggi, selfie deck yang memanjakan pecinta selfie, dan wahana edukasi. Udara yang segar dengan pemandangan hijau akan membuatmu betah berlama-lama di sini. Menempati 200hektar tanah perhutani, baru-baru ini sedang dilakukan penyegaran berbagai wahana permainan.Sedikitnya, 18 wahana, nantinya akan disajikan di lokasi wisata tersebut.
instagram.com/ev.ardt
Awal mula, Kemit Forest hanya dikenal karena selfie deck yang terbuat dari bambu. Sekarang dikembangkan menjadi wisata untuk semua kalangan.Di sini juga terdapat perpustakaan umum. Kamu bisa baca buku sambil di tengah hutan sambil mencari inspirasi yang HQQ (hakiki).









instagram.com/ivanwhyu

Rute menuju Kemit Forest.
Membutuhkan waktu sekitar setengah jam jika ditempuh dari pusat kota Sidareja. Dari Sidareja, kita menuju ke arah pertigaan Wringinharjo, lalu belok kiri ke arah Karangpucung. Sekitar 20 menit melewati jalan yang sedikir berlubang, kemudian setelah sampai di pertigaan Ciotes lalu belok kiri lagi ke arah Desa Karanggedang.
Bagi kalian yang dari arah purwokerto bisa nich ambil arah pertigaan Ajibarang, belok kiri menuju perempatan Wangon, terus belok kanan menuju Lumbir, mengikuti jalan sampai menemukan petunjuk arah ke Sidareja, patokannya terminal Karang Pucung belok kiri ya. Masih 10km kamu tinggal cari arah desa Karang Gedang. Setibanya kalian mau ke Kemit Forest, harap berhati-hati karena 1.5km jalan menuju lokasi wisatanya masih jelek. Apalagi di musim penghujan jalannya licin. Tetap berhati-hati ya. Tapi tenang, akses jalan di sini terus dibenahi kok. Mungkin awal tahun 2018 jalan sudah mulus dan mudah untuk dilalui.



Tarif
Harga berbagai wahana relatif murah. Siapkan budget 50-100ribu.Rumah Kayu 20ribu, ayunan gantung 15ribu, banyak selfie deck dengan background alam bebas yang gratis. Untuk wahana seprti arcehery (panahan) dan paintball shoot target memerlukan budget yang lebih.Untuk info bisa klik instagram.com/kemitforest_official



Di sini pengunjung bakal dimanjakan dengan berbagai makanan di warung dengan harga yang serba murah. Jadi jangan khawatir.
Kemit forest bisa jadi icon wisata baru di Cilacap. Potensi Desa Karanggedang tersebut sedikit banyak menarik perhatian berbagai pihak. Terbukti, hutan produksi milik Perhutani KPH Sidareja dialihfungsikan menjadi hutan wisata untuk dikelola manajemen Kemit Forest yang terdiri LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan) Giri Mulya, Repala dan Perhutani itu sendiri.Penyebaran informasi lewat medsos turut serta memboomingkan wisata tersebut.

gemesin ya

panahan

selfie deck

sepeda layang

berhammock ria

wajib dicoba
































Bagaimana, kalian tertarik?Okay, sekian cerita perjalananku menikmati wisata di Kabupaten Cilacap. Jika kalian ingi mencari referensi tempat wisata lain, bisa nich lihat galeri instagramku di instagram.com/aam_riyanto . Atau yang pengen mengagendakan dolan bareng bisa juga hubungi aku via whatsapp 08112727223 




Terima kasih sudah mampir, tunggu cerita selanjutnya ya.
Salam lestari!

Kemit Forest,
Karang Gedang, Sidareja,
Cilacap, Jawa Tengah.


*Photo koleksi pribadi, pengunjung, dan akun resmi Kemit Forest









Pesona Curug Bayan. Wisata Banyumas : Curug Bayan, Ketenger, Baturraden, Banyumas, Jawa Tengah.

Pesona Curug Bayan
Kali ini aku mau cerita tentang perjalananku menelusuri sisi keindahan Baturraden. Eit, bukan ke lokawisatanya ya. Melainkan menuju ke Desa Ketenger, Baturraden.

Perjalanan aku awali dari menyamper teman, panggil aja Mas Sule. Mas Sule ini kebetulan lagi stres berat, pengen banged piknik (sering stalking fb/ig ku ) katanya ngiler :D . Dulu sebelum dia nikah, dia sering aku ajak ngetrip. Tapi sekarang luar biasa sibuk (Orang kaya banyak urusan pokoknya) .Lalu aku ngabarin temanku, Rusli. Nah Rusli ini selebriti facebook, hobbynya eksplor keindahan di sekitaran tempat kami tinggal (Purbalingga). Jadi kami bertiga Rabu (15/11/17) menuju ke Curug Bayan, Baturraden.


instagram.com/aam_riyanto

Dari Purbalingga untuk menuju ke desa Ketenger bisa lewat :
-Jalan Raya Padamara
-Sampe nemu tugu pertigaan, belok kanan
-Lurus sedikit (samping lapangan bola) ada pertigaan lagi, belok kiri
-Ikutin jalan sampai pertigaan pasar, belok kanan
-Maju dikit, ada pertigaan masjid, belok kiri
-Lurus terus sampai pertigaan besar Pabuaran, belok kanan menuju Baturraden
-Nah sebelum tanjakan ke Terminal Baturraden ada gapura di sisi kiri jalan, Desa Ketenger, belok ya
-Ikutin sampe nemu pertigaan, belok kanan
-Maju dikit, belok kiri
-Ngikutin jalan dah deket banged dech ke Curug Bayan.




Sampai di sini, kami lalu memarkirkan motor. Menuju ke Villa Putih. Di sini kami menikmati sarapan sambil menikmati pesona Curug Bayan. 
sarapan
Sebagian pengunjung menyebutnya Curug Gedhe, namun Curug Gedhe bukan ini. (Kamu bisa googling tentang Curug Gedhe, Baturraden). Di dusun Kalipagu ada curug yang indah lainnya. Curug Jenggala dan Pengantin. Kamu bisa baca pengalamanku di sana di blogku yang lain. Curug Bayan menjadi wisata yang cukup digemari karena tempatnya dekat dan mudah dijangkau. Di sini juga banyak kolam-kolam dengan kedalaman air yang bisa dipilih sesuai usia dan kalangan. Relatif aman. Akupun sibuk memainkan kamera murah ku, mengabadikan beberapa gambar liburan kami. Sepertinya mereka udah gak pucet lagi :v .






Jika ingin menginap, di sini juga tersedia beberapa villa untuk disewakan dan tentunya dengan tarif yang murah. Untuk biaya bisa kli instagram.com/villa_curug_bayan . Kalian bakal dimanjakan dengan panorama yang ciamik, udara yang sejuk, gemricik air yang mengalir, rasanya suasana tersebut lebih kumplit jika sambil memakan mendoan, penganan khas banyumas J . Warung-warung sekitar sinipun harganya relatif murah. Kami kemarin bertiga minum 3 Teh Hangat dan 1 botol air mineral, Cuma 15 ribu. Wah,,,,,,  tempat idaman para backpacker nich :v




Tarif tiket Cuma 3ribu rupiah/kepala :D , tergolong sangat murah ya. Bisa main sepuasnya, sekedar berendam, melatih anak berenang, atau kamu yang punya adrenalin tinggi mau loncat indah dari jembatan juga bisa lho :D .  
Berwisata ga harus mahal, curug ini bisa jadi alternatif wisatamu di penghujung akhir tahun nich. Karena masih di sekitar Baturraden, jadi masih banyak obyek wisata di sekitar lokasi seperti wana Wisata Baturraden, Pancuran 3, Bumper Baturraden, Pancuran pitu, Baturaden Adventur Forest, Agrowisata Desa Melung dan sebagainya.

instagram.com/dadypamungkas

instagram.com/iqbalrahmatt

instagram.com/yerryr











Sebaik-baiknya kita berkunjung setidaknya ada manfaat dan hikmah yang dapat kita petik untuk menjadi pelajaran sehingga dalam menapaki jalan kehidupan ini lebih tertata dan lebih baik. 



Sekian perjalanan kami kemarin menikmati Pesona Curug Bayan. Oh ya jika kamu tertarik untuk menemaniku dolan kamu bisa nich hubungi aku di whatsapp 08112727223 . Agendakan trip bareng ya. Untuk melihat referensi tempat wisata lain, kamu bisa klik instagram.com/aam_riyanto .




Terima kasih sudah mampir,
Sekian dari ku,

Salam lestari!


Curug Bayan,
Desa Ketenger, Baturraden,
Banyumas, Jawa Tengah. 

Wisata Pemalang : Bukit Tangkeban, Nyalembeng, Pulosari, Pemalang, Jawa Tengah.

Bukit Tangkeban,
Ini adalah pengalamanku main sebentar ke kabupaten tetangga, kebetulan hanya ditempuh sekitar 1,5 jam menggunakan sepeda motor dari Purbalingga kota. Bukit Tangkeban berada di desa Nyalembeng, kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang. Wisata pegunungan memang menjadi tren dan unggulan dewasa ini. Selama beberapa bulan terakhir bukit ini semakin menarik karena dikembangkan oleh para pemuda dan masyarakat desa.

Bukit Tangkeban terletak di ketinggian sekitar 1.250 mdpl, membuat lokasi ini lumayan sejuk dan memiliki pemandangan yang sangat mempesona. Terutama view Gunung Slamet yang gagah. Untuk menuju ke puncak bukit, kalian harus jalan kaki sejauh sekitar  800 meter. Paling waktu tempuh 10-15 menit jalan keong shayyyyy :D gak tinggi-tinggi amat. . Gak bakalan cape kok, apalagi ada si Doi :v

Awalnya bukit ini merupakan tempat wisata religi. Terdapat surau (masjid) yang cukup lama dan makam yang dikeramatkan. Namum melihat tren saat ini, masyarakat sekitar berinisiatif membuka potensi wisata di Bukit Tangkeban dan mengembangkannya menjadi tempat wisata dengan spot selfie yang kece. Ada banyak sekali spot selfie yang bisa kamu abadikan di tempat ini. Mulai dari jembatan pandang, deck bintang, rumah dengan ukiran love, gardu pandang, sayap ala malaikat, dan teranyar spot yang sangat digandrungi oleh pasangan muda mudi yaitu Panggok Cinta.


Untuk kamu yang bentar lagi ke jenjang pernikahan ga usah bingung lagi nich, spot ini didesain khusus dengan romantisme tingkat tinggi untuk mensukseskan acara melamarmu :D . Gimana? So Sweet, kan?  (yang jomblo jangan nangis :v)


Wisata ini cocok untuk semua kalangan, termasuk anak-anak. Tarif masukpun relatif terjangkau. Kamu cuma ditarik 3.000 rupiah untuk retribusi dan parkir 2rb(motor) . Setiap hari sekitar 50 orang berkunjung ke sana. Puncak pengunjung terjadi di akhir pekan, bisa 100 orang kayaknya. Tapi kalo kamu mau foto kece tanpa ingin antri ke sininya yang pagi ya. (kalo bisa jam 7 dah di TKP, haha )

instagram.com/wongndesaa
Oh ya, untuk menuju ke Bukit Tangkeban bagi sobat yang dari arah Purbalingga bisa mengikuti jalur Wisata Serang, Kutabawa, lalu mencari plang arah Pulosari, dan mencari desa Nyalembeng. Dan yang dari arah Pemalang bisa mengikuti arah wisata Guci, mencari plang arah Pulosari, lalu menuju desa Nyalembeng. Bisa juga maksimalkan G-Mpas atau GPS
(Gunakan Penduduk Sekitar :D ) .
















Nah itu pengalaman jalan-jalan kemarin. Untuk hal lain atau yang lebih detail bisa nich hubungi instagram.com/bukittangkeban  . Oh iya, jika kamu berminat untuk jadi teman trip kami bisa nich hubungi aku di whatsapp 08112727223 atau kontak via instagram.com/aam_riyanto .
Makasih ya udah mampir di blogku, singkat kata aku pamit undur diri dulu. Besok share pengalaman seru lainnya :D . 
Salam Lestari



Bukit Tangkeban,
Nyalembeng, Pulosari,
Pemalang, Jawa Tengah.

Berikut poto-poto dari pengunjung :

jembatan selfie

ingin terbang

jalan buntu :D


ketceh ya

syahdu

pacarnya 2

terbaik




Curug Bangkong, Karang Jambu, Purbalingga.

Seperti yang kemarin aku janjikan,
Kali ini akan menceritakan hasil penjelajhan kami membuka potensi wisata di kecamatan Karang Jambu.
Tepat di desa Karang Jambu ada sebuah air terjun yang masih alami bernama Curug Bangkong. Curug ini tersembunyi di dekat sebuah jembatandesa. Biasanya tempat ini menjadi spot favorit para pemancing karena ikannya yang banyak.

 Okay,
Pagi itu sehabis gerimis syahdu, Aku, Aji, Tomi, dan Irma, bertolak ke desa Karang Jambu untuk mengekspose keberadaan Curug Bangkong. Kami menuju ke utara kabupaten Purbalingga ke kecamatan Karang Jambu. Sekitar 30 menit dari Bobotsari untuk mencapai desa sekaligus kecamatan tersebut.
Sesampai pasar Karang Jambu, seperti biasa kami mengandalkan GPS (Gunakan Penduduk Setempat) untuk bertanya akses menuju Curug tersebut :v . Setelah kami paham, langsung menuju ke lokasi yang ternyata tidak jauh dari kantor pemerintahan Karang Jambu. Cukup dengan lurus sekitar 1 km menghabiskan jalan aspal, kita akan menemui sebuah jembatan. Aku pikir itu batas kendaraan kita untuk parkir, mengingat jalan yang akan dilalui sangat becek karena hujan dan belum diaspal. Tapi kami tetap melanjutkan perjalanan kami lewat jalan yang belum diaspal tadi dengan lambat dan hati-hati. Supaya jarak antara curug dan kendaraan tidak terlalu jauh :D .

Belum ada papan informasi mengenai keberadaan air terjun tersebut. Kami berpapasan dengan warga yang kebetulan sedang berkebun, lalu menanyakan letak curug Bangkong. Kami diantar oleh salah satu petani dan diberi arahan untuk melewati jalur ke sana mengingat aksesnya yang sulit. (Kira-kira dari jembatan tadi lurus, laluparkirkan kendaraanmu sekitar 500m lewat jalan yg belum diaspal tadi). Membuka jalur yang dipenuhi rumput, melompat diantara bebatuan besar yang licin, dan tangkap menangkap barang bawaan menjadi keseruan tersendiri di trip kali ini.   Akhirnya sebuah curug yang begitu segar sudah ada di depan kami.


Curug Bangkong





 Curug Bangkong ini tidak terlalu tinggi, mungkin sekitar 5 meter. Namun debit arinya besar, bening, dan merupakan spot favorit pemancing. Katanya sich di sini ikannya banyak dan besar-besar. Kayaknya mancing sambil menikmati pemandangan di sini menjadi sebuah ketentraman tesendiri. Karena diantara kami berempat tidak ada yang membawa alat pancing, jadi menikmati curug sambil sarapan pagi. Hm……. Nikmatnya J .






Untuk ke sini belum ditarik biaya retribusi apapun. Meski belum menjadi tempat wisata namun tetap jaga kebersihan ya. Bawa sampahmu pulang kembali. Mengingst di sekitar sini banyak sampah yang hanyut bersama aliran sungai dikarenakan segelintir masyarakat masih ada yang suka membuang sampah sembarangan. Kasihan ikan-ikan dan alam kita kan :’( . Yuk mulai peduli lingkungan dari hal yang sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya.

Okay sekian cerita perjalanan kami menelaah potensi wisata di Karang Jambu.Bila kalian menemukan keindahan atau punya rekomendasi tempat wisata lain di Purbalingga, bisa nich hubungi aku di whatsapp 08112727223 . Atau bisa juga tag foto ke instagram.com/aam_riyanto . Agendakan dolan bareng ya .



Terima kasih sudah mampir di blogku,
Salam lestari!

Curug Bangkong,
Karang Jambu, Purbalingga,

Jawa Tengah, Indonesia. 

Puncak Beser, Jingkang, Karang Jambu.

Belum banyak yang tahu kalau di ujung utara Kota Purbalingga terdapat sebuah bukit yang membuatmu begitu kagum saat melihatnya.
Bukit tersebut adalah Puncak Beser (Bukit/Gunung Beser). Berada di desa Jingkang, kecamatan Karang Jambu, puncak ini berada di ketinggian 1250mdpl.
Yuk disimak,
Cekidot :D …………. 

instagram.com/aam_riyanto


Perjalananku dimulai dari Purbalingga Kota menuju ke utara arah Bobotsari lalu menuju ke Karangreja.
Setelah melewati Tugu Icon Goa Lawa, aku dan temanku belok ke kanan menuju kecamatan Karang Jambu menuju desa Jingkang.

Setelah sampai di Desa Jingkang, kami minta rekomendasi dari warga sekitar di mana harus memulai pendakian. Kami memutuskan untuk memulai dari Hutan Pinus Jingkang melewati perkebunan warga. Sebaiknya membawa peralatan keamanan dan logistik yang memadai, mengingat daerah ini merupakan daerah yang bersuhu dingin (lembab), sering hujan, dan tekstur tanah yang mudah longsor.

Hutan Pinus



Sepanjang perjalanan menuju puncak banyak pohon pinus yang bisa kamu jadikan foto ala-ala anak folk :D .Meski belum ada rute yang jelas, puncak ini tetap mudah dijangkau karena kita tinggal mengikuti jalan yang biasa dilalui oleh warga sekitar untuk berkebun. Kalian bisa bertanya pada warga yang kebetulan berpapasan untuk memastikan apakah jalur tersebut benar. Menghabiskan waktu trekking sekitar 30 menit, kami beristirahat sebentar. Lalu mata kami terbelalak melihat hamparan tanaman gelagah (bahan utama pembuatan sapu) yang mirip sabana. Seperti di luar negeri ya :D

seperti sabana ya

Setelah mengambil beberapa gambar, kami melanjutkan perjalanan ke puncak dengan melewati perkebunan warga yang dipenuhi dengan gelagah liar. Ini yang butuh perjuangan ekstra. Kami menembus pepohonan yang kadang bikin gatal, belum lagi rute yang tidak jelas. Pokoknya mencari bahkan membuka jalur sampai ke atas. Kami berhenti di bawah pohon, dan ternyata kami menemukan potongan kayu bertuliskan Puncak Beser. Yeayyyy… akhirnya. Siap cekrek-cekrek lagi .




Setelah puas berfoto ria kami beristirahat sejenak sembari menggelar tikar untuk menikmati makan siang bersama.
Wah rasanya kegembiraan yang hakiki bisa makan sambil melihat pemandangan yang begitu indah di depan kami. Keindahan alamnya membuat kami betah untuk berlama-lama disitu.

lahap banged

upin & ipin









Oh ya, kenapa puncak ini dinamai Bukit Beser?
Istilah beser sendiri dalam bahasa jawa artinya mudah kencing (beseran), karena itulah cukup sepadan juga dikatakan gunung beser karena mengandung banyak air.




Sekian perjalanan kami,
Terima kasih sudah berkenan mampir.
Di postingan selanjutnya masih di kecamatan Karang Jambu, kami akan mengekspose pesona Curug Bangkong. Ditunggu ya …………
Kalian juga bisa melihat keindahan panorama lain di instagram.com/aam_riyanto

Untuk kamu yang punya hobby sama, mengeksplor alam Purbalingga, bisa gabung nich. Agendakan ngetrip bareng mengekspose pesona kabupaten tercinta. Kamu bisa whatsapp aku di 08112727223 .

Salam Lestari!



ayo ke sini

lanjut explore lagi

Jembatan Gantung Pagerandong-Kaliori

instagram.com/aam_riyanto Rabu, 26 Februari 2020, aku dan Istriku memulai perjalanan menuju  ke Jembatan Gantung Pagerandong-Kali...